Review Album ‘After Hours’ The Weeknd: Terasa Lebih Gelap, Namun Inovatif

Album terbaru The Weeknd ini menawarkan banyak suara sintetis yang sebenarnya bisa ditemukan di album sebelumnya. Namun dengan nuansa yang sedikit gelap, album bertitel After Hours ini menawarkan sedikit perbedaan.

Sentuhan lama terlihat dari deretan nama-nama yang berkolaborasi di album keempat The Weeknd ini, sebut saja Martin, Metro Boomin, DaHeala, dan Illangelo yang mengisi beberapa track. Namun, ada darah segar yang mengalir di track-track lain yang dipompa musisi elektronik Oneothrix Point Never, Oscar Holter, dan Frank Dukes yang membawa nuansa kegelapan.

Track by Track

After Hours dimulai dengan track yang tenang seperti “Alone Again” dan “Too Late” yang dipenuhi dengan suara keyboard dan sub-bass yang gelap, berlanjut ke “Hardest to Love” yang terasa begitu menyayat hati. Album ini tampaknya tidak terburu-buru membuat mood bangkit, karena balada “Scared to Live” seperti menawarkan lirik yang membuat saya mencoba memahami memori kehidupan The Weeknd di Toronto.

Bisa dibilang, saya membutuhkan waktu lebih dari 20 menit untuk benar-benar bisa mendapatkan The Weeknd yang pernah saya dapatkan di album sebelumnya. Tentu saja, selama itu pula saya mesti dihantui kegelapan yang dibawa tiap track demi track.

Setelah itu, barulah track-track bernuansa hedonistis digeber, seperti “Blinding Lights” yang merupakan track paling hit yang berada di puncak Billboard Top 100 dan “Heartless” yang membangkitkan mood. Sayangnya, setelah “In Your Eyes” dan Save Your Tears” yang bernuasa oldschool, atmosfer yang ditawarkan album ini kembali suram dan ditutup dengan “Until I Bleed Out” yang membuat terasa seperti cerita yang tidak berakhir dengan happy ending.

 

The Weeknd After Hours

Verdicts

After Hours memang bisa dibilang sebuah album yang brilian. Meskipun terasa kontras, namun terasa memiliki hubungan yang tak terpisahkan dari album sebelumnya. Terasa begitu ramah bagi pendengar album sebelumnya, sekaligus terkesima dengan nuasa gelap yang dibawanya.

The Weeknd telah membuktikan bahwa dia merupakan musisi yang sukses menggabungkan inovasi dengan komersialitas dalam proyek albumnya. Tak heran, album ini merajai chart di sebanyak 16 negara.

Album tersedia di: Apple Music, Spotify, Deezer

  • Vocal
  • Arragement
  • Lyric
3.2

Summary

After Hours memang bisa dibilang sebuah album yang brilian. Meskipun terasa kontras, namun terasa memiliki hubungan yang tak terpisahkan dari album sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *