Aplikasi Streaming dan Game Online Bakal Kena Pajak Mulai 1 Juli 2020

aplikasi streaming game online

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menarik pajak bagi transaksi barang atau jasa digital mulai 1 Juli 2020. Ketentuan ini berlaku bagi pembelian produk digital seperti aplikasi streaming musik, film, aplikasi, dan game online dari luar negeri.

Adapun pajak pertambahan nilai (PPN) yang diberikan adalah sebesar 10% dari nilai transaksi. Jadi mungkin mirip dengan pengenaan pajak pada pembelian makanan di restoran, tentunya tanpa pajak pelayanan.

Berdasarkan keterangan resmi dari Ditjen Pajak seperti dikutip Streamingan.id dari Kompas.com, pemberlakuan pajak ini selain menciptakan kesetaraan antar pelaku usaha, penerapan PPN produk digital dari luar negeri, juga dapat meningkatkan penerimaan negara.

Jadi, bagi pelaku usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PSME) yang telah memenuhi kriteria nilai transaksi atau jumlah traffic tertentu dalam waktu 12 bulan, ditunjuk oleh Menteri Keuangan melalui Dirjen Pajak sebagai pemungut PPN. Bagi yang belum memenuhi kriteria, bisa memberitahukan mengenai hal ini secara online ke Ditjen Pajak.

Seperti halnya pemungut PPN dalam negeri, pelaku usaha yang ditunjuk juga wajib menyetorkan dan melaporkan PPN. Adapun penyetoran tersebut dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya, sedangkan pelaporan dilakukan tiga bulan paling lama akhir bulan berikutnya setelah periode triwulan berakhir.

Salah satu penyedia layanan produk digital yang telah resmi terkena pajak sebesar 10% adalah platform game online Steam. Di kalangan gamer, platform ini terbilang populer, trutama bagi penggila Dota 2 dan Counter Strike: Global Offensive.

Baca juga: Netflix, Spotify, dan Layanan Streaming Lainnya Wajib Bayar Pajak Mulai 1 Juli 2020

Mengenai pengenaan pajak pada platform game digital, Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) Cipto Adiguno pernah mengatakan bahwa pihaknya masih mengkaji dampak kebijakan tersebut. Dia mengklaim pihaknya belum mengetahui skema pemungutan PPN yang diberlakukan kepada konsumen.

Meskipun begitu, Cipto optimis bahwa pengenaan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengguna maupun penjualan item.

“Ke pelanggan mungkin cukup terasa, tetapi ini normal. Dilihat dari sudut pandang lain, selama ini tarifnya terlalu murah,” ungkapnya seperti dikutip dari Katadata.

Jadi, bagaimana menurut kamu, Streaminger? Apakah setuju dengan adanya pemberlakukan pajak seperti ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *