Review Film ‘Extraction’: Lemah di Cerita, Kuat di Adegan Laga

extraction

Apa film Chris Hemsworth yang bagus menurut kamu selain Thor dan Avengers? Jika kamu kesulitan menjawabnya, Extraction bisa jadi adalah salah satu jawaban yang dicari.

Dirilis 24 April 2020, Extraction merupakan film action yang merupakan paket komplit dari adegan berantem, tembak-tembakan, kebut-kebutan, dan ledak-ledakan. Dari awal hingga akhir, tampaknya mata saya seperti disuguhkan adegan-adegan itu tadi.

Extraction dibuka dengan adegan Tyler Rake (Chris Hemsworth) yang tampak lelah seperti habis terlibat sebuah aksi peperangan. Sekian menit pertama saya bertanya-tanya, “Ngapain sih nih orang?” hingga akhirnya adegan berlanjut ke dua hari sebelumnya. Flashback gitu ceritanya …

extraction

Adegan berlanjut ke aksi hedon remaja India di Mumbai, Ovi Mahajan Jr (Rudhraksh Jaiswal) yang berakhir ke aksi penculikan dirinya oleh anak buah Amir Asif (Priyanshi Painyuli) yang merupakan gembong narkoba asal Bangladesh yang merupakan pesaing berat ayahnya.

Mengetahui anaknya diculik saingannya, Ovi Mahajan Sr. (Pankaj Tripathi) memerintahkan anak buahnya yang bernama Saju Rav (Randeep Hooda) untuk segera menemukan anaknya. Meskipun sedang berada di penjara, Mahajan Sr. mengancam Saju akan menghabisi keluarganya jika lalai dalam tugas tersebut.

Di belahan dunia lain, Tyler yang tentara bayaran di Australia kedatangan Nik Khan (Goshifteh Farahani) yang menawarkan dia bayaran tinggi untuk membawa pulang Ovi yang diketahui berada di Dhaka, Bangladesh. Tanpa basa-basi, dia menerima tawaran tersebut.

Tak perlu menunggu berlama-lama, adegan berpindah ke Dhaka dan keseruan berlangsung ketika Tyler menghajar habis-habisan anak buah Amir dan membawa Ovi yang sedang diterikat di sebuah gudang. Adegan perkelahian di tempat kumuh seperti ini mengingatkan saya akan kebrutalan The Raid yang melegenda itu. Klasik, tanpa basa-basi langsung main hajar dan tembak sana-sini.

Mengetahui bahwa korban penculikannya berhasil melarikan diri, Amir melakukan pemblokiran di segala penjuru Dhaka. Sialnya, di saat yang sama Tyler yang membawa pergi Ovi bukan cuma dihadapkan dengan anak buah Amir, tetapi juga sebuah tindakan penghianatan.

Extraction

Ketika misi awalnya menyelamatkan Ovi demi uang, Tyler akhirnya memilih untuk benar-benar menyelamatnya nyawa remaja tersebut. Hal ini dikarenakan dia teringat dengan mendiang anaknya yang tewas.

Film Laga ‘Rasa’ MCU

Berdurasi 117 menit, bisa dibilang Extraction mengedepankan adegan laga daripada cerita. Hal ini mungkin cocok bagi yang hanya mengharapkan film dengan adegan penuh baku hantam, ledakan, dan tembakan. Tapi bagi kalangan yang “sedikit serius” seperti saya, tentu film ini terasa dangkal dari sisi cerita.

Beberapa hal memang terasa klasik, seperti Tyler yang selalu menang dan lolos dari terjangan musuh. Tapi pada satu titik, dia juga (untungnya) kewalahan.

Penggambaran kumuhnya Kota Dhaka cukup membuat film ini terasa serius dari sisi artistik dan sinematografi. Menontonnya membuat saya terasa ingin batuk karena kota tersebut digambarkan begitu kotor dan penuh polusi, sekaligus eksotis ketika kamera bergerak ke dalam rumah-rumah warganya dalam adegan kejar-kejaran.

Entahlah, antara kebetulan atau tidak, tampaknya Extraction sangat sarat dengan orang-orang di belakang Marvel Cinematic Universe (MCU). Sebut saja, Sam Hargrave yang melakukan debut penyutradaraan di film ini sebelumnya merupakan stunt coordinator untuk beberapa film MCU.

Selain itu, di beberapa departemen seperti produser, screenplay, dan naskah ada nama Joe Russo alias Russo Brothers yang menyutradarai empat film MCU, seperti Captain America: The Winter Soldier (2014), Captain America: Civil War (2016), Avengers: Infinity War (2018), dan Avengers: Endgame (2019).

extraction
Crhis ketika dapat arahan dari Sam (foto: Netflix)

Hal ini rupanya bukan tanpa alasan, karena Extraction merupakan film yang diadaptasi dari novel grafis Ciudad yang dibuat oleh Joe Russo dan Ande Parks. Jadi sepertinya memang Russo ingin menjaga keaslian cerita novel tersebut di versi filmnya lewat tangan dia sendiri.

Dengan budget sebesar US$65 juta, syuting Extraction dimulai pada November 2018 dengan mengambil lokasi di Ban Pong, Ratchaburi, Thailand dan Dhaka, Bangladesh. Aslinya, film ini berjudul Dhaka namun sempat diganti menjadi Out of the Fire hingga akhirnya menjadi Extraction.

Netflix mengklaim, film ini bakalan ditonton sebanyak 90 juta pengguna selama satu bulan sejak dirilis. Apakah kamu salah satunya?

Tersedia di: Netflix

  • Plot
  • Cast
  • Visual
  • Music Score
3.1

Summary

Karena mengedepankan adegan laga daripada cerita, film ini mungkin cocok bagi yang hanya mengharapkan film dengan adegan penuh baku hantam, ledakan, dan tembakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *