Inilah Efek yang Terjadi Setelah Saya Menonton Seluruh Episode ‘The World of the Married’

The world of the married serial

The World of the Married menghabiskan masa tayangnya setelah episode ke-16 dirilis pada akhir pekan lalu. Sungguh, sebenarnya saya agak malas menulis tentang serial drakor yang fenomenal ini. Tapi demi kalian semua, apa boleh buat, Streaminger?

Anggap saja ini adalah review–bebas spoiler. Padahal sih, ini termasuk curhatan, bagaimana serial ini benar-benar mengubah kehidupan saya dua bulan belakangan ini. Khususnya selama Work From Home (WFH) alias #dirumahaja.

Iya, entah dari mana awalnya, tiba-tiba timeline media sosial saya dipenuhi oleh postingan tentang The World of the Married. Yang mengherankan gelombang demam drakor ini seperti nggak memandang bulu.

Ibu-ibu hijaber, emak-emak gaul, anak TikTok, cewek tomboy, sampai bapak-bapak penggila robot-robotan ikutan memposting soal ini. Kalo dari kalangan ibu-ibu sih jelas, mereka kebanyakan gregetan sama sosok Yeo Da Kyung yang diperankan Han So-Hee.

Terjebak Polarisasi

Bagi netizen di Indonesia memang nggak ada tempat bagi pelakor. Nggak heran, postingan emak-emak dan cewek-cewek yang menonton serial ini kebanyakan mengutuk kelakukan si pelakor itu.

Nggak bermaksud menuduh sih, dari kemasan postingan mereka, saya bisa tahu kok siapa saja yang sempat mampir ke akun Instagram Han So-Hee buat sekedar menghujatnya di kolom komentar.

the world of the married pelakor
Memang cantik sih, tapi bukan berarti harus jadi pelakor, Mbak!

Sementara di sisi bapak-bapak atau pemuda setengah bapak-bapak, maupun bapak-bapak baru, postingannya beda lagi. Mereka justru seperti memihak ke Han So-Hee. Nggak sedikit yang memaklumi perselingkuhan si pelakor dengan Lee Tae-oh yang diperankan apik oleh Park Hae-joon.

“Wah, pantesan aja sih. Pelakornya kayak gini. Laki mana yang nggak tergoda?” kira-kira begitu postingannya. Entah lah, apakah setelah postingan ini perabotan rumah tangga di rumah mereka masih utuh atau hancur lebur, yang pasti jelas ada perbedaan mencolok antara karakter cewek dan cowok yang nonton serial drakor ini.

Lalu, di mana dukungan buat Ji Sun-woo (Kim Hee-ae) yang jelas-jelas jadi korban di serial ini? Sepertinya nggak ada. Entahlah, apa karena saya mainnya kurang jauh, yang pasti kubu-kubuan penonton The World of the Married lebih kepada mereka yang pro dan kontra terhadap Han So-Hee.

Baca juga: ‘The World of the Married’ Jadi Serial Drakor yang Paling Banyak Ditonton

Mengenai polarisasi ini bukan hanya terjadi di media sosial, tetapi juga di chat group WhatsApp baik itu teman nongkrong maupun teman kerja. Di sela percakapan ngalor-ngidur via chat maupun video call Zoom, saya dipaksa memilih untuk berpihak kepada siapa.

Saya sih nggak perlu merasa berpihak ya, tapi kalau boleh mengutuk, menurut saya yang pantas dikutuk yansi Lee Tae-oh ini. Saya tetap merasa Han So-hee yang aslinya lugu dan rapuh ini jadi korban manipulasi napsu oppa-oppa, eh ahjussi bejat ini. KZL!

Kebal Karena Sinetron

Mesti diakui, sejak episode pertama serial ini memang terbilang langsung membuat penontonnya terbawa secara emosi. Saya mengira mereka yang terlalu lebay secara emosional menonton serial ini dipastikan dari kalangan yang nggak pernah nonton sinetron Indonesia.

Sementara saya yang sejak hidup di kos-kosan hanya bisa nonton TV siaran nasional yang dijejali sinetron kejar tayang, tampak lebih kebal dan tabah dalam merespon konflik serial drakor ini.
Beneran nggak bohong kok, saya merasa memag serial ini konfliknya terasa mirip-mirip dramatisasi sinetron lokal. Hanya saja dengan kemasan akting dan produksi yang lebih serius.

the world of the married
Jin Su-woo (Kim Hee-ae), pelakor yang bikin gemas di The World of the Married.

Coba aja deh, sodorin emak-emak kamu yang di rumah banyak menghabiskan waktu nonton sinetron, pasti bakalan merasa biasa saja nonton The World of the Married. Kok tahu? Ya, saya pernah ngajak ibu saya nonton serial ini dan responnya biasa saja.

Nah, ada satu nih yang paling dikomplain emak saya soal serial ini. Nggak lain dan nggak bukan adalah adegan vulgarnya. Tahu sendiri dong, di episode pertama saja mata penonton disuguhi adegan ranjang Jin Sun-Woo dan Lee Tae-Oh.

Memang sih keduanya diceritakan sebagai suami istri, tapi buat pemirsa TV yang konvensional semacam ibu saya, sudah dipastikan bakalan kaget jika melihat ada adegan sevulgar itu di serial drama.

Adegan ranjang memang sebenarnya jadi sesuatu yang biasa saja di drakor. Dengan demam mendadak drakor di Indonesia, mereka yang pendatang baru biasanya bakalan terheran-heran dengan adengan mesra-mesraannya.

Kalau saya pribadi sih sudah nggak kaget lagi, mengingat sejak di bangku SMA pernah berkali-kali menutup mata gara-gara menonton film remaja Sex is Zero yang penuh dengan adegan jorok. Serius ini bukan porno, tapi lebih ke jorok ya.

Sejak itu perspesi saya tentang Korea sedikit berubah. Ternyata mereka nggak sekonservatif bayangan saya.

Bikin Waswas? Iya Juga Sih!

The World of the Married sendiri sebenarnya bukan serial drakor yang istimewa. Jika dibandingkan dengan manisnya Crash Landing on You atau Goblin, jelas beda kelas!

Sebenarnya efek yang saya rasakan setelah nonton The World of the Married hampir nggak jauh beda dari film Marrage Story-nya Scarlett Johansson dan Adam Driver itu. Sama-sama mempertanyakan: kalau saya menikah nanti bakalan apes kayak gitu nggak ya?

Sebagai sosok yang percaya kalau pernikahan itu sakral, tentu saja isu-isu perselingkuhan menjadi sangat menjengkelkan. Apalagi setelah melihat respon cowok penonton The World of the Married yang tersirat mengganggap persingkuhan itu biasa dan “wajar”.

Tapi apakah dengan demikian kewaspadaan saya terhadap pasangan jadi meningkat? Secara belum menikah, saya sih belum ada rasa khawatir yang berlebihan.

Kalaupun nantinya pacar saya selingkuh (semoga dia baca ini), dengan adanya dating-apps dan pergaulan yang terbilang luas, harusnya sih saya nggak perlu khawatir buat balas dendam. Hanya saja, soal hati siapa yang tahu? Bisa jadi saya belum setega itu, tapi belum juga sepemaaf itu. Catatan buat kamu ya, Hon!

the world of the married 3
Kurang apa ya si Mbak ini? Sudah cantik, pintar, dan karirnya bagus!

Intinya, setelah menyaksikan semua episode The World of the Married saya sih berharap semoga nggak ada lagi season ke-2. Meskipun memang episode terakhirnya terasa kurang klimaks.

Serial drakor ini sudah mendapatkan momen keemasannya. Jika ada season ke-2, ada kemungkinan nggak sesukses pendahulunya. Ingat, Meteor Garden pernah sesukses itu dan berakhir zonk di season selanjutnya.

Jadi, akan lebih baik diakhiri supaya jadi kenangan yang sulit dilupakan. Karena Winter Sonata tidak perlu season terbaru buat menjadikannya sebagai drakor legedaris.

Tapi, kalau The World of the Married disandingkan dengan Winter Sonata, tentu bagaikan langit dan bumi. Jauh!

  • Plot
  • Cast
  • Cinematography
  • Music Score
3.5

Summary

The World of the Married sendiri sebenarnya bukan serial drakor yang istimewa. Jika dibandingkan dengan manisnya Crash Landing on You atau Goblin, jelas beda kelas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *