Review Serial Dokumenter ‘The Last Dance’ dari Cewek yang Nggak Suka Basket

the last dance

Bagi penggemar olahraga basket, The Last Dance disebut-sebut sebagai dokumenter terbaik. Serial dokumenter ini bahkan jadi perbincangan di berbagai platform media sosial.

Nah, berdasarkan keheranan kenapa dokumenter ini bisa segitu ngetopnya, saya menekatkan diri buat menonton 10 episode yang ada. Sekedar informasi aja, saya bukan penggemar basket dan nggak ngerti detil teknis mengenai olahraga ini.

Serial ini sendiri dihadirkan tiap 2 episode setiap minggunya, mulai dari 19 April 2020. Berhubung sudah memasuki work from home, jadi saya punya banyak (curi) waktu buat menonton di Netflix.

Berhubung saya nggak ngerti sama sekali soal basket, jadi saya ajak kakak saya buat nonton bareng The Last Dance. Sialnya, meskipun dia cowok, ternyata juga nggak ngerti-ngerti banget.

Membangkitkan Nostalgia

The last dance 3

Jadi, sekedar informasi aja nih. Dari 10 episode serial ini, lebih banyak menceritakan perjalanan karir Michael Jordan dan klub Chicago Bulls. Beberapa footage yang ditampilkan banyak dari tahun 1997-1998, bikin saya yang belum pernah hidup di era itu keheranan dengan fenomena yang ada.

Tapi, semuanya nggak cuma dari sudut pandang Michael Jordan. Ada beberapa nama pebasket yang juga diwawancara, kayak Dennis Rodman, Reggie Miller, Ahmad Rashad, sampai Barrack Obama.

Menariknya, di balik popularitas Michael Jordan pada era itu, banyak drama dan kontroversi yang tidak mengesankan. Kakak saya aja yang cuma mengenal dia dari majalah-majalah olahraga dan remaja pada eranya, mengaku kaget dengan beberapa fakta yang dibeberkan.

Baca juga: Laporan Aneh Telkomsel: Mahasiswa Lebih Suka Akses Netflix daripada Belajar Online

Menurut kakak saya, banyak hal yang membangkitkan nostalgia mengenai olahraga basket yang sempat booming di era akhir 90-an. Namun, bagi yang generasi yang hanya disodorkan informasi baik-baik tentang Jordan, dia melongo dengan apa yang ditampilkan di The Last Dance.

“Dulu itu hampir semua anak basket di sekolah bangga banget pake jersey, kaos, dan topi yang ada nomor 23. Tapi kalo tahu dia ternyata nyebelin kayak gini, rasanya gue beruntung nggak ikutan tren itu. Entahlah, mungkin karena gue lebih suka (sepak) bola daripada basket,” ujar dia.

Dokumenter yang Keren

the last dance 2

Memang, sebagai karya dokumenter, The Last Dance terbilang jujur menunjukkan kekurangan Jordan sebagai manusia. Meskipun begitu, banyak hal-hal mengenai dirinya yang ambisius yang membuat saya mengerti kenapa dia begitu kompetitif di zamannya.

Adapun bagian yang paling saya “mengerti” dari keseluruhan episode The Last Dance adalah episode 5. Hal ini dikarenakan episode dihadirkan untuk mengenang Kobe Bryant, yang meninggal karena kecelakaan helikopter pada 26 Januari 2020 silam, di mana informasinya masih segar dalam ingatan saya.

Pada akhirnya, saya yang nggak suka basket harus mengakui bahwa The Last Dance merupakan dokumenter yang keren. Sang sutradara, Jason Hehir tahu betul bagaimana mengumpulkan sekitar 500 jam footage dirangkai jadi 10 episode dokumenter yang mengesankan. Editing-nya memang gokil juga sih!

Bahkan kabarnya Michael Jordan sempat menolak berkali-kali proyek dokumenter ini, hingga akhirnya tahun 2016 dia menyetujuinya. Bisa dibilang, terlihat ada campur tangan Jordan di balik premis dokumenter ini, meskipun ada kejujuran yang diungkap di dalamnya.

Gara-gara dokumenter ini, saya akhirnya memutuskan nge-googling informasi tentang Michael Jordan. Dan, saya makin mengerti kenapa dia bisa begitu legedaris di olahraga basket.

Buat kamu yang nggak suka olahraga basket tapi butuh asupan “gizi” dari tontonan dokumenter, tampaknya The Last Dance bisa jadi pilihan “bergizi” buat wawasan kamu, Streaminger!

  • Plot
  • Cast
  • Cinematography
  • Music Score
3.9

Summary

Buat kamu yang nggak suka olahraga basket tapi butuh asupan “gizi” dari tontonan dokumenter, tampaknya The Last Dance bisa jadi pilihan “bergizi” buat wawasan kamu, Streaminger!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *